BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Kas dan surat berharga merupakan
komponen yang berada dalam aktiva lancar. Kedua komponen ini merupakan aktiva
yang paling liquid bagi perusahaan. Manager keuangan perlu mengelola kas dan
surat berharga mengingat kedua komponen aktiva memiliki nilai strategis dalam
hal yang berkaitan dengan operasional perusahaan. Setiap penerimaan dan
pengelolaan kas harus dilakukan secara baik. Artinya jangan sampai perusahaan
kekurangan uang kas untuk melakukan berbagai keperluan pengeluaran perusahaan.
Penempatan dana perusahaan dalam surat berharga juga penting guna mendukung
aktiva usaha sekaligus memperoleh penghasilan berupa bunga atau tujuan lainnya.
Banyak jenis surat berharga yang dapat dipilih dengan segala kelebihan dan
kekurangannya. Seorang manager keuangan harus mampu menempatkan dana tersebut
dengan pertimbangan yang tepatManajemen kas adalah suatu sIstem pengelolaan
perusahaan yang mengatur arus kas (cash flow) untuk mempertahankan likuiditas
perusahaan serta memanfaatkan idle cash dan perencanaan cash.
Manajer keuangan harus mampu mengelola uang yang masuk ke
perusahaan dan uang yang dikeluarkan.
Dalam praktiknya selama perusahaan beroperasi terdapat dua macam aliran
kas. Pertama aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out
flow). Aliran kas masuk merupakan uang kas yang masuk ke perusahaan (penerimaan
uang), misalnya perolehan pendapatan baik berupa hasil penjualan atau laba
perusahaan. Uang kas masuk dapat pula diperoleh dari bunga yang diperoleh dari
hasil investasi atau pendapatan diluar usaha serta dapat diperoleh dari
pinjaman pihak lain( bank) ataupun dana hibah. Adapun aliran kas keluar
merupakan uang yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai operasi perusahaan
seperti untuk membeli bahan baku, membayar gaji, upah, pajak, atau biaya
operasional lainnya. Uang keluar dapat berupa sejumlah uang yang digunakan
untuk melakukan investasi baik yang berkaitan dengan bidang usaha maupun tidak.
Dikarenakan aliran kas masuk dan aliran kas keluar ini akan terus
menerus terjadi sepanjang perusahaan beroperasi, maka pihak manajemen perlu
mengaturnya. Hal-hal yang perlu diatur misalnya agar jumlah yang masuk selalu
lebih besar daripada uang keluar. Dengan demikian, keseimbangan cash flow
perusahaan dapat terjamin.
B.
Rumusan Masalah
1.
Pengertian
Manajemen Kas
2.
Arti Penting
Kas
3.
Faktor yang
Mempengaruhi Besarnya Kas
4.
Sumber
Penerimaan Kas
5.
Penggunaan Kas
6.
Laporan Sumber
dan Penggunaan Kas
7.
Surat Berharga
8.
Teknik-teknik
Manajemen Kas:
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Kas
Manajemen kas adalah suatu
sIstem pengelolaan perusahaan yang mengatur arus kas (cash flow) untuk
mempertahankan likuiditas perusahaan serta memanfaatkan idle cash dan
perencanaan cash. Manajer keuangan harus
mampu mengelola uang yang masuk ke perusahaan dan uang yang dikeluarkan. Dalam praktiknya selama perusahaan beroperasi
terdapat dua macam aliran kas. Pertama aliran kas masuk (cash in flow) dan
aliran kas keluar (cash out flow). Aliran kas masuk merupakan uang kas yang
masuk ke perusahaan (penerimaan uang), misalnya perolehan pendapatan baik
berupa hasil penjualan atau laba perusahaan. Uang kas masuk dapat pula
diperoleh dari bunga yang diperoleh dari hasil investasi atau pendapatan diluar
usaha serta dapat diperoleh dari pinjaman pihak lain( bank) ataupun dana hibah.
Adapun aliran kas keluar merupakan uang yang dikeluarkan perusahaan untuk
membiayai operasi perusahaan seperti untuk membeli bahan baku, membayar gaji,
upah, pajak, atau biaya operasional lainnya. Uang keluar dapat berupa sejumlah
uang yang digunakan untuk melakukan investasi baik yang berkaitan dengan bidang
usaha maupun tidak.
Dikarenakan aliran kas masuk dan aliran kas keluar ini akan terus
menerus terjadi sepanjang perusahaan beroperasi, maka pihak manajemen perlu
mengaturnya. Hal-hal yang perlu diatur misalnya agar jumlah yang masuk selalu
lebih besar daripada uang keluar. Dengan demikian, keseimbangan cash flow
perusahaan dapat terjamin.
Uang kas janganlah terlalu kecil ataupun terlalu besar daripada
pengeluaran kas yang dibutuhkan. Apabila jumlah kas terlalu kecil akan
berbahaya bagi perusahaan, karena akan mengakibatkan hambatan bagi pengeluaran
untuk berbagai pembayaran perusahaan. DAmpak kekurangan kas ini cukup besar,
misalnya menyangkut kepercayaan pelanggan kepada kita, apabila perusahaan tidak
mampu membayar kewajibannya. Kemudian dampak lain kemungkinan biaya-biaya yang
sudah menjadi beban perusahaan. Kekurangan kas dapat juga menghambat operasi
perusahaan karena tidak mampu mmbeli bahan baku atau membayar gaji pegawai.
Sebaliknya apabila uang kas terlalu besar, daripada pengeluaran kas
yang dibutuhkan juga kurang baik. Artinya, kemungkinan ada uang menganggur
alias tidak memberikan penghasilan kepada perusahaan. Jadi, arus kas perlu
diatur atau dikelola sedemikian rupa agar uang kas jangan terlalu kecil dan
jangan pula terlalu berlebihan.
Sementara itu pengertian idle cash atau uang menganggur adalah
sejumlah dana yang tidak atau belum dimanfaatkan. Tentunya manajer perusahaan
harus mampu untuk memanfaatkan dana yang menganggur untuk diinvestasikan ke
berbagai investasi yang dianggap menguntungkan.
Kebutuhan kas perlu direncanakan sebaik mungkin , baik kas keluar
dan kas masuk . Kebutuhan kas ini perlu dibuatkan secara detail dalam anggaran
kas. Hal-hal yang menjadi pokok perhatian di dalam penyusunan anggaran kas,
adalah harus memuat unsur-unsur sebagai berikut:
1.
Penerimaan kas
2.
Pengeluaran kas
3.
Perubahan kas
bersih dalam periode bersangkutan
4.
Kebutuhan kas
baru
B. Arti Penting
Kas
Kas memiliki arti penting dalam menunjang setiap kegiatan
perusahaan. Uang kas harus digunakan
untuk hal-hal yang memang sudah seharusnya dikeluarkan dan jangan sampai
digunakan untuk hal-hal yang bukan ditujukan pada penggunaan kas, sehngga tidak
terjadi kas yang mubadzir. Penggunaan kas pada tempatnya sangat perlu dilakukan
agar aktivitas perusahaan dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dampak jika uang
kas tidak digunakan sudah tentu akan menghambat aktivtas perusahaan. Lebih dari
itu jika uang terlalu banyak di kas, maka akan menyebabkan uang mengannggur. Oleh
karena itu penggunaan uang kas yang terencana dengan baik menjadi penting,
disamping pencairan sumber-sumber kas.
Berikut pendapat beberapa ahli yang mengemukakan tentang arti nilai
penting kas atau yang berhubungan dengan kas yakni:
§ J. Fred Weston mengatakan bahwa fungsi manajemen kas adalah
analisis invetasi dalam kas dan surat berharga, tingkat efisiensi pengumpulan
kas, dan system pembayaran.
Pengertian ini lebih menekankan pentingnya perencanaan kas yang
sistematis terutama yang berkaitan dengan pengembangan jumlah uang, sehingga
menjadi lebih bernilai. Kemudian perencanaan lebih menekankan kepada sasaran
pengumpulan dan penggunaan uang kas yang lebih efisien, sehingga penggunaan
uang kas yang tidak perlu dapat diminimalkan.
§ John Maynard Keynes mengatakan ada tiga alasan untuk menyimpan uang
kas yaitu:
1.
Motif transaksi
Motif transaksi artinya uang kas digunakan untuk melakukan
pembelian dan pembayaran., seperti pembelian barang atau jasa, pembayaran gaji,
upah utang dan pembayaran lainnya.
2.
Motif spekulasi
Motif spekulasi, artinya uang kas digunakan untuk mengambil
keuntungan dari kesempatan yang mungkin timbul diwaktu yang kana datang., seperti
turunnya harga bahan baku secara tiba-tiba akan menguntungkan perusahaan. Dalam
hal ini perusahaan akan memiliki kesempatan untuk membeli dengan uang kas yang
dimilikinya dan menjualnya pada saat harganya naik.
3.
Motif
berjaga-jaga
Motif berjaga-jaga, artinya uang kas digunakan untk berjaga-jaga
sewaktu dibutuhkan untuk keperluan yang tidak terduga. Misalnya pada saat
mengalami kerugian tertentu dan harus menutupi kerugian tersebut sesegera
mungkin.
Pengertian diatas lebih diarahkan alasan mengapa perlu memegang
atau menyimpan uang kas. Artinya ada alasan tertentu seseorang atau perusahaan
untuk menahan uang kas, sesuai dengan tujuan atau alasan masing-masing.
C. Faktor
yang Mempengaruhi Besarnya Kas
Berubahnya kas yang terjadi dalam suatu periode maka berubah pula
jumlah kas dari waktu ke waktu. Perubahan ini dimulai dari adanya perolehan kas
dari berbagai sumber yang dimilliki. Kemudian perubahan juga terjadi dalam
penggunaan uang kas untuk berbagai kegiatan perusahaan. Perubahan ini terkadang
menyebabkan terjadinya kekurangan uang kas, sehingga perusahaan harus segera
mencari tambahan kas untuk menutupi kekurangan tersebut. Begitu pula bila
terjadi kelebihan uang kas, sehingga
pihak manajemen harus segera menggunakannya secara optimal agar tidak ada kas
yang menganggur.
Dalam praktiknya terdapat beberapa faktor yang memengaruhi jumlah
uang kas, yaitu:
1.
Adanya
penerimaan dari hasil penjualan barang dan jasa. Artinya apabila perusahaan
melakukan penjualan barang, baik secara tunai maupun kredit. Bila secara tunai
maka otomatis akan langsung berpengaruh terhadap kas, sedangkan apabila secara
kredit atau angsuran, maka perubahan ini akan terjadi untuk beberapa saat
kedepan. Perubahan tentu akan menyebabkan uang kas bertambah.
2.
Adanya pembelian
barang dan jasa, artinya perusahaan membeli sejumlah barang, baik bahan baku,
bahan tambahan atau barang keperluan lainnya, yang tentunya akan menyebabkan
berkurangnya jumlaeh uang kas.
3.
Adanya
pembayaran biaya-biaya operasional. Dalam hal ini perusahaan mengeluarkan
sejumlah biaya yang sudah menjadi kewajiban perusahaan untu membiayai aktivitas
perusahaan, seperti mambayar gaji, upah, telepon, listrik, pajak, biaya
pemeliharaan yang tentunya kan mengakibatkan berkurangnya uang kas.
4.
Adanya
pengeluaran untuk membayar angsuran pinjaman. Artinya, jika dalam memperoleh
sumber dana perusahaan melakukan pinjaman ke bank atau ke lembaga lain, maka
perusahaan tentu akan membayar cicilan pinjaman tersebut, selama beberapa
waktu. Hal ini tentu akan mengakibatkan berkurangnya uang kas.
5.
Adanya
pengeluaran untuk investasi. Hal ini dilakukan bila perusahaan hendak melakukan
penambahan kapasitas produksi seperti pembelian mesin-mesin baru, atau
pembangunan gedung atau pabrik baru. Hal lain dapat juga terjadi bila perusahaan
hendak melakukan ekspansi ke bidang usaha lainnya.
6.
Adanya
penerimaan dari pendapatan, baik yang berkaitan langsung dengan kegiatan
perusahaan maupun pendapatan yang tidak langsung. Jelas bahwa pendapatan ini
akan mempengeruhi jumlah uang kas.
7.
Adanya
penerimaan dari pinjaman. Dalam hal ini perusahaan memperoleh sejumlah uang
dari lembaga peminjam, seperti bank atau lembaga keuangan lainnya. Pinjaman ini
akan menambah jumlah uang kas dalam periode tertentu.
Disamping faktor-faktor yang dapat memengaruhi uang kas, berikut
terdapat pula faktor-faktor yang tidak memengaruhi perubahan jumlah uang,
yaitu:
1.
Adanya
penghapusan dan pengurangan nilai buku dari a ktiva.
2.
Penghentian
penggunaan aktiva yang sudah habis umur ekonomisnya (disusut) dan tidak dapt dipakai
lagi.
3.
Adanya
pembebanan terhadap aktiva tetap seperti depresiasi, omortisasi san deplesi
(karena biaya ini tidak memerlukan pengeluaran kas)
4.
Adanya
pengakuan kerugiaan piutang dan penghapusan piutang karena sudah tidak dapat
ditagih lagi.
5.
Adanya pembayaran
deviden dalam bentuk saham (stock deviden).
6.
Adanya
penilaian kembali (revaluasi) terhadap aktiva yang dimiliki.
Terhadap semua transaksi yang tidak memengaruhi kas, maka perlu
dibuat jurnal penyesuaiannya.
D. Sumber
Penerimaan Kas
Sumber penerimaan kas dapat dapat dipenuhi dari berbagai sumber
yang ada. Dengan demikian untuk memilih salah satu atau lebih smber yang ada,
manajemen harus menetapkan criteria tertentu, terutama yang berkaitan dengan
untung ruginya menggunakan sumber penerimaan kas yang dipilih. Oleh karena itu,
pihak manajemen terutama seorang manajer keuangan bertugas untuk mencari sumber
kas agar kebutuhan kas segera terpenuhi.
Berikut ini beberapa sumber kas yang dapat dipenuhi di luar dari
pinjaman yang disediakan kreditor yaitu:
1.
Penjualan
barang secara tunai. Artinya perusahaan menjual produknya baik berupa barang
maupun jasa dengan pembayaran secara tunai, sehingga menghasilkan uang kas.
2.
Pembayaran
piutang oleh pelanggan. Dalam hal ini perusahaan harus berupaya untuk
mengintensifkan pembayaran piutang dari pelanggan terutama piutang yang sudah
jatuh tempo, jangan sampai pelanggan menunggak, sehingga menghambat penerimaan
kas.
3.
Hasil penjualan
aktiva tetap. Kondisi seperti ini jarang terjadi kecuali perusahaan sedang
benar-benar mengalami kesulitan. Kalaupun terjadi biasanya aktiva tetap yang
dijual diprioritaskan aktiva tetap yang kurang atau sudah tidak produktiv lagi.
4.
Penjualan saham
dalam bentuk kas. Artinya perusahaan mengeluarkan saham yang belum dijual
kemudian dilepas ke pemegang saham dengan syarat pembayarannya dilakukan secara
tunai.
5.
Pengeluaran
surat utang jangka pendek. Dalam hal ini perusahaan yang menerbitkan surat
utang jangka pendek seperti wesel yang jangka waktunya tidak lebih dari satu
tahun.
6.
Pengeluaran
surat utang jangka panjang. Artinya perusahaan menerbitkan surat utang yang
memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun seperti obligasi.
7.
Penerimaan dari
sewa, sumber in diperoleh perusahaan dari hasil sewa terhadap aktiva yang
dimiliki kepada pihak lain dalam waktu tertentu.
8.
Penerimaan dana
sumbangan. Dalam praktiknya untuk perusahaan komersial penerimaan sumbangan
jarang terjadi, namun untuk usaha sosial hal seperti ini sering terjadi.
9.
Pengembalian
kelebihan pajak. Artinya adanya kelebihan pembayaran pajak pada masa lalu
akibat salah perhitungan dan kemudian dikembalikan ke perusahaan.
10.
Dan bentuk
pengembalian lainnya.
Semua penerimaan di atas jelas akan menambah jumlah uang kas
perusahaan, sehingga perlu diintensifkan pencarian kas dari sumber-sumber
diatas, dan kebutuhan uang kas segera dapat terpenuhi sesuai jadwal yang telah
disusun.
E. Penggunaan
Kas
Di samping sumber penerimaan kas, pihak manajemen juga harus
menginventarisasi penggunaan kas untuk keperluan yang akan datang. Keseimbangan penerimaan dan penggunaan harus
benar-benar dikelola secara baik sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Sebaiknya penggunaan kas juga harus menggunakan skala prioritas
sesuai dengan rencana yang telah di susun, sekalipun harus segera terpenuhi
semuanya. Berikut in hal-hal yang menyebabkan kekurangannya uang kas
perusahaan, yaitu:
1.
Pembelian
barang secara tunai, artinya perusahaan membeli sejumlah barang baik barang
dagangan untk perusahaan dagang maupun bahan baku (bahan mentah) untuk industri
dimana pembayarannya dilakukan secara tunai (cash).
2.
Pembayaran
biaya seperti gaji dan upah, merupakan pengeluaran untuk kegiatan rutin
operasional perusahaan terhadap karyawannya, baik secara bulanan maupun secara
mingguan.
3.
Pembayaran
sewa, hal ini dilakukan apabila perusahaan melakukan penyewaan baik terhadap
tanah, gedung, kendaraan, mesin-mesin, atau peralatan lainnya.
4.
Pembayaran
asuransi, artinya perusahaan mengeluarkan sejumlah dana untuk perlindungan
usahanya dalam bentuk premi asuransi.
5.
Pembayaran
pajak, yaitu banyak yang hrus dibayar dan merupakan kewajiban perusahaan baik
pajak pokok maupun pajak-pajak lainnya yang berkaitan dengan usaha perusahaan.
6.
Pembayaran
iklan atau promosi lainnya, yaitu biaya ini dikeluarkan perusahaan dalam
memproduksikan produk perusahaan agar masyarakat tertarik untuk membelinya.
7.
Pembayaran
persekot artinya perusahaan membayar sejumlah uang muka baik terhadap pembelian
barang atau pengerjaan suatu kegiatan perusahaan.
8.
Pembayaran
angsuran pinjaman ( pokok+bunga), hal ini dilakukan apabila perusahaan memiliki
pinjaman terhadap pihak lain, misalnya bank. Biasanya pembayaran angsuran
pinjaman dilakukan setiap bulan.
9.
Pembelian surat
berharga jangka pendek (wesel), dalam hal ini perusahaan membeli surat berharga
yang usianya tidak lebih dari satu tahun seperti wesel atau sertifikat
deposito.
10.
Pembelian surat
berharga jangka panjang, dalam hal ini surat berharga yang dibeli usianya lebih
dari satu tahun baik berbentuk obligasi maupun saham.
11.
Penarikan
kembali saham yang beredar, artinya perusahaan membeli saham mereka yang sudah
dijual untuk maksud-maksud tertentu.
12.
Pengambilan kas
oleh pemilik, dalam hal ini pemlik perusahaan mengambil sejumlah uang untuk
keperluan tertentu.
F. Laporan
Sumber dan Penggunaan Kas
Agar manajemen
lebih memahami kondisi kas perusahaan yang terjadi dalam kurun waktu tertentu,
maka harus dibuatkan laporan sumber dan penggunaan kas. Hal ini perlu dilakukan
agar aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan kas dapat diketahui. Misalnya
dai mana saja uang kas diperoleh dan digunakan untuk kegiatan apa saja uang kas
tersebut. Biasanya laporan kas ini dibuat untuk satu periode tertentu.
Dalam praktiknya kegunaan laporan sumber dan penggunaan kas antara
lain adalah untuk :
1.
Untuk
mengetahui ada tidaknya perubahan terhadap sumber-sumber kas.
2.
Untuk
mengetahui ada tidaknya perubahaan penggunaan kas.
3.
Untuk
mengetahui sebab-sebab perubahaan kas, baik berupa sumber maupun penggunaan
kas.
4.
Untuk
mengetahui apakah sumber dan penggunaan kas sudah dilakukan secara efektif dan
efisien.
5.
Untuk
mengetahui dan meramalkan kebutuhan di masa yang akan datang.
6.
Sebagai alat
untuk perencanaan kas mendatang.
7.
Sebagai salah
satu dasar pertimbangan bagi kreditor untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
membayar bunga dan pinjamannya.
G. Surat
Berharga
Surat berharga atau
marketable securities , merupakan investasi perusahaan jangka pendek dalam
bentuk pembelian surat berharga. Dari investasi ini perusahaan akan memperoleh
keuntungan berupa bunga, deviden atau capital gain dalam waktu tertentu.
Kemudian surat berharga ini dapat diperjualbelikan atau dicairkan pada saat
perusahaan membutuhkan dana segera. Contoh surat berharga adalah sertifikat
deposito, surat berharga pasar uang atau obligasi.
Di samping
tujuan di atas, dalam strategi perusahaan, pembelian surat berharga yang sering
kita sebut penyertaan adalah utuk menguasai kepemilikan suatu perusahaan
tertentu ( khusus untuk pembelian saham ), terutama untuk tujuan jangka panjang
. Artinya dengan menguasai saham lewat pembelian di pasar modal, maka apabila
jumlah saham dibeli bertambah banyak akan dapat bertambah banyak akan
meningkatkan porsi kepemilikan perusahaan tersebut. Pada akhirnya apabila saham
di kuasai sudah mayoritas, maka pengendalian dan keputusan kebijakan perusahaan
pun dapat diambil alih.
Strategi lainnya
adalah untuk mengakuisisi perusahaan yang sahamnya kita beli. Artinya, apabila
perusahaan yang sahamnya kita beli mengalami masalah keuangan, maka sebagai
salah satu pemegang saham cukup besar dapat mengakuisisi perusahaan tersebut.
Investasi dalam
surat berharga harus melalui seleksi dengan berbagai pertimbangan , sehingga
menguntungkan sesuai dengan tujuan perusahaan. Berikut ini beberapa variable
yang perlu dipertimbangan dalam pemilihan surat berharga , yaitu :
1.
Keamanan.
2.
Harga/daya
jual.
3.
Hasil/keuntungan.
4.
Waktu jatuh
tempo.
5.
Penguasaan.
H. Teknik-teknik
Manajemen Kas:
1.
Pada umumnya
teknik manajemen kas terdiri atas 1)
mensinkronkan arus kas, 2) menggunakan float, 3) mempercepat pengumpulan, 4)
menentukan dimana dan kapan dana dibutuhkan, 5) mengontrol pembiayaan.
2.
Arus kas yang
disinkronkan
Mensinkronkan arus kas berarti menyesuaikan timing arus kas masuk
dengan arus kas keluar sehingga anggaran kas dapat diperkecil. Sebagai contoh, jika kita akan menerima
penghasilan secara harian dan harus membayar sewa dan biaya-biaya lain juga
secara haria, serta kita yakin dengan prediksi arus kas masuk dan keluar maka
kita dapat menyediakan anggaran kas yang kecil.
3.
Menggunakan float
Float didefinisikan sebagai perbedaan antara saldo yang ada pada
buku cek perusahaan atau individu dengan saldo pada catatan bank. Pada
dasarnya, net float suatu perusahaan merupakan suatu fungsi dari kemampuan
perusahaan mempercepat pencairan pada cek yang diterima dan memperlambat
pencairan pada cek yang dibayarkan.
4.
Mempercepat
pengumpulan kas
Hal diatas dapat dilakukan dengan teknik pre authorized debit dan
locked boxes.
A.
Beberapa Jenis
Surat Berharga
Dalam praktiknya terdapat berbagai jenis surat berharga yang dapat
dibeli perusahaan masing-masing. Berikut ini beberapa jenis surat berharga
antara lain :
1.
Akseptasi bank
Merupakan
wesel yang dikeluarkan bank dan bank berjanji untuk melakukan pembayaran wesel
sesuai jangka pendek kepada pemegang akseptasi bank sesuai nilai nominalnya
pada saat maturitas.
2.
Deposito
berjangka
Merupakan
simpanan pada bank dengan jangka waktu pencairannya 1,3,6 dan 12 bulan. Diterbitkan
dalam mata uang rupian maupun mata uang asing dengan tingkat bunga tertentu.
Surat berharga ini diterbitkan atas nama dan bunga dapat diambil tiap bulan
atau pada saat jatuh tempo. Kemudian pencairan deposito dapat dilakukan sesuai
jatuh tempo.
3.
Sertifikat
deposito
Merupakan
surat berharga yang diterbitkan oleh bank dengan jangka waktu pencariannya
1,3,6, dan 12 bulan , dalam mata uang rupiah maupun mata uang asing dengan
tingkat bunga tertentu. Surat berharga ini diterbitkan atas unjuk sehingga
dapat diperjualbelikan (dipindah tangankan) setiap saat dan bunga dapat
diambil, dimuka tiap bulan ada pada saat jatuh tempo.
4.
Sertifikat Bank
Indonesia (SBI)
Merupakan
surat berharga yang diterbitkan oleh BI dengan tingkat suku bunga tertentu dan
dapat diperjualbelikan.
5.
Surat Berharga
Pasar Uang (SBPU)
Merupakan
surat berharga yang diterbitkan oleh bank-bank umum dengan tingkat suku bunga
tertentu. Surat berharga pasar uang ini dapat diperjualbelikan apabila
perusahaan memerlukan dana.
6.
Saham
Merupakan
surat tanda kepemilikan perusahaan atas nama saham yang dibelinya. Saham dapat
diperjualbelikan (dipindahtangankan) kepada pihak lain keuntungan saham
merupakan capital gaint dan devided . Capital gaint merupakan keuntungan yang
diperoleh apabila harga yang dijual kembali lebih tinggi dari harga beli dan
besar kecilnya deviden yang diperoleh tergantung dari keuntungan perusahaan .
7.
Obligasi
Merupakan
surat pengakuan utang yang dikeluarkan oleh pemerintah maupun swasta. Pembelian
obligasi akan memperoleh pendapatan berupa bunga sesuai dengan kesepakatan
dengan penerbit obligasi. Hanya saja besar bunga yang dibayarkan kepada
pemegang obligasi relative tetap setiap bunganya.
Miller
– CRR Model
Merton Miller dan Daniel Orr mengembangkan suatu model penentuan
saldo kas keluar yang memperhitungkan unsure ketidakpastian dari arus kas masuk
dan keluar.
v Terminologi berikut digunakan pada Miller – Orr Model :
Z = Saldo kas sasaran
H = Batas atas
I = Batas bawah
F = Transactions costs (Fixed costs)
K = Opportunity cost memegang kas (harian)
σ² = Varians arus kas bersih harian
L atau batas bawah saldo kas ditentukan oleh manajemen saldo kas
sasaran batas atas serta rata – rata saldo kas dapat dihitung dengan rumus
Miller – Orr model sebagai berikut :
|
3Fσ² 1/3 + L
4k
H = 3Z – 2L
|
Rata – rata saldo kas
Contoh Soal :
Misalkan F = 200, opportunity cost = K = 15%, dan deviasi standar
arus kas bersih harian = 2000 maka opportunity cost harian adalah :
(1+K)[1]
– 1 = 0,15
(1+K)360 = 1,15
1+K = (1,15)1/360
1+K = 1,00039
K = 0,00039
Dan varians arus kas bersih harian adalah :
σ² = (2.000)² = 4.000.000
Jika L ditetapkan sebesar nol, maka :
Jawab :
|
3Fσ² 1/3 + L
4k
|
3.(200).(4.000.000) 1/3 +
0
4.(0,00039)
= 11.533,36
H = 3.(Z) – 2.(L)
|
=
3.(11.533) – 2(0) = 34.599
Rata – rata saldo kas
=
|
= 15,377
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kas dan surat berharga merupakan komponen yang berada dalam aktiva
lancar. Kedua komponenini merupakan aktiva yang paling liquid bagi perusahaan.
Manager keuangan perlu mengelola kas dansurat berharga mengingat kedua komponen
aktiva memiliki nilai strategis dalam hal yang berkaitandengan operasional
perusahaan. Setiap penerimaan dan pengelolaan kas harus dilakukan secara
baik.Artinya jangan sampai perusahaan kekurangan uang kas untuk melakukan
berbagai keperluanpengeluaran perusahaan. Penempatan dana perusahaan dalam
surat berharga juga penting gunamendukung aktiva usaha sekaligus memperoleh
penghasilan berupa bunga atau tujuan lainnya. Banyak jenis surat berharga
yang dapat dipilih dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Seorang
managerkeuangan harus mampu menempatkan dana tersebut dengan pertimbangan yang
tepat.
DAFTAR
PUSTAKA
Sudana, I Made. 2011. Manajemen Keuangan Perusahaan Teori dan
Praktik. Penerbit Erlangga: Jakarta
http://www.mdp.ac.id/materi/2012-2013-1/MJ204/112200/MJ204- 112200-934-4.ppt Di
akses pada 30 November 2014 (pukul 23.00)
http://syntha_n.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/34964/manaj emen-kas.pdf
Di akses pada 30 November 2014 (pukul 23.25)
http://jnursyamsi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/11397/MAN
AJEMEN+PERSEDIAAN.ppt Di akses pada 30 November 2014 (pukul 23.30)